"Akhlak dan Tasawuf Zaman Makkah, Madinah dan Masa Keemasan"
Akhlak dan Tasawuf
-Akhlak berasal dari kata "khuluk". Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa akhlak adalah daya kekuatan (sifat yang tertanam dalam jiwa) yang mendorong perbuatan-perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran.
-Tasawuf berasal dari kata "tashawwafa, yataashawwafi, tashawwuf". Tasawuf merupakan suatu usaha dan upaya dalam rangka menyucikan diri (tazkiyatun nafs) dengan cara menjauhkan dari pengaruh dunia yang menyebabkan kelalaian dan memusatkan diri kepada Allah.
Zaman Makkah
Akhlak/perilaku masyarakat zaman Makkah antara lain: dermawan, menepati janji, suka menolong, dan pola hidup sederhana.
Tasawuf pada zaman Makkah bersumber dari Nabi Muhammad dengan menebar benih-benih tasawuf yaitu sederhana, zuhud, beribadah dengan khusu', sholat malam yang panjang, dan tidak terpesona kemewahan dunia.
Zaman Madinah
Akhlak yang paling menonjol pada zaman ini yaitu pemupukan persaudaraan diantara kaum/suku, seperti kaum muhajirin, anshor, suku khazraj, aus, dan lainnya.
Tasawuf pada zaman ini berkembang dari para shahabat dan khulafaur rasyidin dengan ciri berpegang teguh pada Qur'an dan hadits, juga konsisten beribadah serta khusu'.
Zaman Keemasan Islam
Pada zaman ini banyak kemajuan yang terjadi diantaranya perkembangan serta perluasan wilayah Islam serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun faktor internal berasal dari konsistensi dan keistiqomahan terhadap syari'at. Sedangkan faktor eksternal terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain seperti Persia, Romawi (Bizantium), Turki, dll.
Para sufi memberikan kontribusi yang sangat besar dengan lahirnya ulama masyhur seperti Hujjatul Islam Al-Imam Al-Ghazali yang sangat berperan dalam perkembangan ilmu tasawuf yang dikemukakan oleh beliau. Karya monumentalnya yaitu kitab Ihya' Ulumuddin.
Komentar
Posting Komentar