"Khauf dan Raja'"
Khauf
Khauf berasal dari bahasa Arab terdiri dari tiga huruf, yaitu kha’, waw, fa’ yang berarti menunjukkan gentar dan terkejut. Khauf merupakan maqam para pesuluk dan ahwal (pengalaman ruhani) para thalibin. Dinamakan hal selama bersifat sementara dan dapat hilang atau muncul kembali. Sedangkan dinamakan maqam jika telah teguh. Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin membagi khauf dalam tiga macam, yaitu:
a. Khauf al-awam, yaitu takutnya orang awam terhadap hukuman dan keterlambatan pahala.
b. Khauf al-khashah, yaitu takutnya orang khusus atas keterlambatan teguran dari Allah kepadanya.
c. Khauf khashah al-khashah, yaitu takutnya orang yang paling khusus yang takut akan ketertutupan dengan nampaknya keburukan budi pekerti.
Dalil
"Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu." (Q.S Al-Qashash: 21)
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku". (Q.S Az-Zumar: 13)
“Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.” (Q.S Asy-Syuara: 14)
Contoh Perilaku
1) Takut azab kubur
2) Takut sakaratul maut dan kesangatannya
3)
Huru-hara dari kebangkitan dari kubur
4)
Takut dari titian sirat
5) Takut dari tidak mendapatkan nikmat yang paling besar yaitu syurga
6) Takut terhijab dari Allah
Raja'
Raja’ adalah bergantungnya hati dalam meraih sesuatu di kemudian hari. Raja’ merupakan ibadah yang mencakup kerendahan dan ketundukan, tidak boleh ada kecuali kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Secara bahasa raja’ artinya mengharapkan. Apabila dikatakan raja’ahu maka artinya ammalahu “dia mengharapkannya."
Menurut Imam Al- Ghazali Raja’ adalah perasaaan hati yang senang menanti sesuatu yang diinginkan dan disenangi serta rasa lapang hati dalam menantikan hal yang diharapkan di masa yang akan datang yang mungkin terjadi. Dalam kitabnya Ihya Ulumuddin Al Ghazali juga membagi raja’ kedalam tiga tingkatan yaitu:
a. Raja’ al awam (harapan orang awam), yaitu harapan memdapatkan sebaik-baiknya tempat kembali dan sebanyak-banyaknya pahala.
b. Raja’ al khashshah (harapan orang khusus), yaitu harapan memperoleh ridha dan selalu dekat dengan Allah SWT.
c. Raja’ al khashshah al khashshah (harapan orang yang paling khusus), yaitu harapan kemungkinan untuk syuhud (menyaksikan) dan meningkatkan pengetahuan mengenai rahasia-rahasia Allah.
Dalil
"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) danbmengharapkan rahmat-Nya dan takut adzab-Nya." (Q.S Al-Isra': 57)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Baqarah: 218)
Contoh Perilaku
1) Senantiasa berpikir
positif dan dinamis
2) Selalu berprasangka baik
kepada Allah SWT
3) Selalu bersikap optimis,
yakin bahwa Allah swt akan memberikan jalan keluar masalah yang kita hadapi.
4) Tidak mudah pantang
menyerah dalam berusaha, dan yakin bahwa Allah swt akan membantu dan
mempermudah urusan-urusan kita di dunia.
5) Selalu berdoa dan
bertawakal kepada Allah swt.
Komentar
Posting Komentar