Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

"Ikhlas dan Syukur"

  Ikhlas Kata Ikhlas dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai hati yang bersih (kejujuran), tulus hati (ketulusan hati) dan kerelaan. Sedangkan dalam tanqiyah asy-syai wa tahdzibuhu (mengosongkan sesuatu dan membersihkannya). Muhammad `Abduh mengatakan ikhlas adalah ikhlas beragama untuk Allah Swt. dengan selalu manghadap kepada-Nya, dan tidak mengakui kesamaan-Nya dengan makhluk apapun dan bukan dengan tujuan khusus seperti menghindarkan diri dari malapetaka atau untuk mendapatkan keuntungan serta tidak mengangkat selain dari-Nya sebagai pelindung. Dalil “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut- nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. Al-Baqarah: 262) “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya...

"Tawadhu' dan Taqwa"

  Tawadhu' Pengertian Tawadhu Secara etimologi, kata tawadhu berasal dari kata wadh’a yang berarti merendahkan, serta juga berasal dari kata “ittadha’a” dengan arti merendahkan diri. Tawadhu' menurut Imam Al-Ghazali adalah mengeluarkan kedudukanmu atau kita dan menganggap orang lain lebih utama daripada kita. Tawadhu’ artinya rendah hati, tidak sombong, lawan dari kata sombong atau takabur. Yaitu perilaku yang selalu menghargai keberadaan orang lain, perilaku yang suka memulyakan orang lain, perilaku yang selalu suka mendahulukan kepentingan orang lain, perilaku yang selalu suka menghargai pendapat orang lain. Dalil “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai." (Q.S Al-A’raaf: 205). "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Q.S Al-Israa’: 24) C...

"Khauf dan Raja'"

  Khauf Khauf berasal dari bahasa Arab terdiri dari tiga huruf, yaitu kha’, waw, fa’ yang berarti menunjukkan gentar dan terkejut.  Khauf merupakan maqam para pesuluk dan ahwal (pengalaman ruhani) para thalibin. Dinamakan hal selama bersifat sementara dan dapat hilang atau muncul kembali. Sedangkan dinamakan maqam jika telah teguh.  Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin membagi khauf dalam tiga macam, yaitu: a.     Khauf al-awam, yaitu takutnya orang awam terhadap hukuman dan keterlambatan pahala. b.    Khauf al-khashah, yaitu takutnya orang khusus atas keterlambatan teguran dari Allah kepadanya. c.     Khauf khashah al-khashah, yaitu takutnya orang yang paling khusus yang takut akan ketertutupan dengan nampaknya keburukan budi pekerti. Dalil " Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu." (Q.S Al-Q...

"Ma'rifat dan Ridha"

  Ma'rifat Ma’rifat secara bahasa berarti pengetahuan atau pengenalan. Istilah ma’rifat berasal dari kata al-Ma’rifah yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu. Menurut Dr. Mustafa Zahri bahwa ma’rifat adalah ketetapan hati dalam mempercayai hadirnya wujud yang wajib adanya Allah yang menggambarkan segala kesempurnaannya. Dalam istilah sufi, ma’rifat diartikan sebagai pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati (qalb). Pengetahuan itu sedemikian lengkap dan jelas sehingga jiwanya merasa menyatu dengan yang diketahuinya. Ma’rifatullah dapat dicapai dengan melakukan syari’ah, menempuh thariqah, dan memperoleh haqiqah. Dalil "Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin." (Q.S Luqman: 20) “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam matahati (fuad) itu ada penutupmatahati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati...

"Tawakkal dan Mahabbah"

  Tawakkal Tawakkal bersal dari bahasa Arab yaitu wakila, yakilu, wakilan yang artinya “mempercayakan, memberi, membuang urusan, bersandar, dan bergantung". Secara umum, tawakkal berarti mempercayakan segala urusan seseorang pada Allah tergantung dari pengetahuan orang tersebut dan keyakinan yang kuat pada Ketuhanan dan Kekuasaan. Dalil “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”. (QS. Ali Imran: 159) Contoh Perilaku a. Selalu bersyukur jika mendapatkan nikmat dari Allah swt, dan bersabar apabila mendapatkan musibah. b. Selalu berdoa dan menyerahkan diri atas apa yang kita usahakan sebelumnya. c. Selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT atas kejadian atau apa yang kita terima. d. Tidak berkeluh kesah dan gelisah ketika berusaha dan berikhtiar. e. Menyerahkan segala sesuatu hal terhadap Allah SWT setelah berusaha keras. f. Selalu berusaha dan berikhtiar dengan maksima...

"Faqir dan Zuhud"

  Faqir Faqir bermakna orang yang miskin. Dalam tasawuf, faqir berarti kesadaran diri tidak memiliki apa-apa sehingga seorang sufi akan menganggap semua yang dipunyainya hanyalah titipan dari Allah dan sejatinya bukanlah miliknya, melainkan milik Allah. Faqir menurut Imam Ghazali yaitu kondisi dimana seorang sufi tidak senang memperoleh harta. Dalil faqir terdapat pada Q.S Al-Fathir: 15 dan Q.S Al-Baqarah: 268. Contoh perilaku Faqir seperti bersyukur dengan apa yang ada. Zuhud Zuhud memiliki arti pernah memiliki lalu meninggalkannya dengan tujuan untuk tetap fokus kepada Allah, seperti meninggalkan kemewahan dan kenyamanan demi beribadah kepada Allah. Dalil zuhud terdapat dalam Q.S Al-Maidah: 87, Q.S Ghafir: 38-39, Q.S Al-A'la: 16-17, dan Q.S Al-Hadid: 20. Contohnya seperti menyedekahkan harta kepada orang yang membutuhkan dan menggunakan harta sebutuhnya saja.

"Sabar dan Taubat"

  Sabar Sabar merupakan artian dari menahan diri dari segala godaan dan menahan diri untuk tetap patuh pada perintah Allah. Sabar bisa dijabarkan menjadi: sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar dari hal-hal yang dilarang Allah, dan sabar terhadap takdir Allah. Dalil sabar terdapat dalam Q.S Al-Baqarah: 153. Contoh perilaku sabar seperti sabar menghadapi musibah,sabar menahan maksiat, sabar ketika dihina dan dicaci, sabar dalam menuntut ilmu dan belajar. Taubat Taubat berarti kembali, menyesal dengan sepenuh hati dan tidak akan mengulangi kemaksiatan & kesalahan yang diperbuat. Dalil taubat ada dalam Q.S An-Nuur: 31 dan Q.S Ali-Imran ayat 135. Contohnya seperti istighfar dan minta maaf kepada orang yang kita sakiti, sholat taubat, menyesal dengan perbuatan buruk yang kita lakukan.

"Maqomat dan Ahwal dalam Ilmu Tasawuf Falsafi dan Tasawuf Amali"

  Maqomat dan Ahwal Maqom/derajat pangkat atau dapat disebut tingkatan. Ahwal merupakan suatu keadaan jiwa seorang sufi yang mengiringi maqam tertentu.  Macam Maqomat Ada tingkatan-tingkatan dalam tasawuf yaitu Taubat, Sabar, Zuhud, Tawakkal, Mahabbah, Ma'rifah, dan Ridha. Macam Ahwal Ada macam-macam ahwal, antara lain: Al-Khauf dan Raja', Tawadhu', Taqwa, Ikhlas, Syukur, dan Muthma'innah. Tasawuf Falsafi Merupakan konsep ajaran tasawuf dengan menggunakan pendekatan rasio/akal (filsafat). Dengan ajarannya yaitu: -Fana dan baqa': lenyapnya kesadaran dan kekal. -Ittihad: persatuan antara manusia dengan Tuhan. -Hulul: penyatuan sifat ketuhanan dengan sifat kemanusiaan. -Wahdah al Wujud: alam dan Allah adalah sesuatu yang satu. -Isyraq: pancaran cahaya. Tasawuf 'Amali Adalah konsep ajaran tasawuf dengan pendekatan melalui amalan-amalan lahiriah dan bathiniah. Macamnya yaitu: -Syari'at -Tarekat -Hakikat -Makrifat Dengan ciri ajarannya yaitu Mahabbah, Zuhud, Mujah...

"Akhlak dan Tasawuf Pada Masa Kemunduran Islam: Tasawuf Pada Masa Modern dan Kontenporer"

  Kemunduran Islam Jatuhnya Islam karena serangan bangsa Mongol membuat Islam terpuruk. Perjalanan tasawwuf klasik sebagai cikal-bakal neo-sufism maka dalam perkembangannya dipengaruhi oleh pengaruh luar yang semakin gencar dan terasa yaitu dari berbagai macam corak budaya. Dampaknya yaitu lahirnya tasawuf yang berlandaskan qur'an dan sunnah dengan ide gagasan pada pembentukan moralitas dan moderat, dan corak tasawuf filsafat.

"Akhlak dan Tasawuf Zaman Makkah, Madinah dan Masa Keemasan"

  Akhlak dan Tasawuf - Akhlak berasal dari kata " khuluk ". Imam Al-Ghazali  menerangkan bahwa akhlak adalah daya kekuatan (sifat yang tertanam dalam jiwa) yang mendorong perbuatan-perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran. - Tasawuf berasal dari kata " tashawwafa, yataashawwafi, tashawwuf ". Tasawuf merupakan suatu usaha dan upaya dalam rangka menyucikan diri ( tazkiyatun nafs ) dengan cara menjauhkan dari pengaruh dunia yang menyebabkan kelalaian dan memusatkan diri kepada Allah. Zaman Makkah Akhlak/perilaku masyarakat zaman Makkah antara lain: dermawan, menepati janji, suka menolong, dan pola hidup sederhana. Tasawuf pada zaman Makkah bersumber dari Nabi Muhammad dengan menebar benih-benih tasawuf yaitu sederhana, zuhud, beribadah dengan khusu', sholat malam yang panjang, dan tidak terpesona kemewahan dunia. Zaman Madinah Akhlak yang paling menonjol pada zaman ini yaitu pemupukan persaudaraan diantara kaum/suku, seperti kaum muhajirin, ans...